Apa yang Harus disiapkan Saat Anak Isolasi Mandiri di Rumah ?

Apa yang Harus disiapkan Saat Anak Isolasi Mandiri di Rumah ?

Apa yang Harus disiapkan Saat Anak Isolasi Mandiri di Rumah ?

 

Infeksi virus Corona, atau yang dikenal juga dengan sebutan COVID-19, merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Penderita COVID-19 sejauh ini kebanyakan adalah orang dewasa. Namun, kasus pada anak-anak juga telah dilaporkan, termasuk pada balita. Virus Corona atau SARS-Cov-2 kian bermutasi dan membentuk varian virus baru. Berbeda dengan jenis Virus Corona sebelumnya, varian virus Corona baru, seperti varian Delta, diketahui lebih cepat menular dan menyebar. Tak hanya pada orang dewasa, virus ini juga cepat menular pada anak-anak. Gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek biasa, atau bahkan bisa tanpa gejala. Hal ini diduga karena pada anak-anak, kelenjar timus yang terlibat dalam sistem imun tubuh masih bekerja secara maksimal. Oleh karena itu mayoritas anak yang terinfeksi COVID-19 cukup mendapatkan perawatan dan isolasi mandiri dirumah. Saat anak melaksanakan isolasi mandiri dirumah, perlu beberapa persiapan yang perlu keluarga lakukan, antara lain:

1. Persiapan Alat

Alat yang perlu disediakan dirumah adalah termometer dan oximeter. Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Selama isolasi mandiri, suhu tubuh anak perlu selalu dipantau  pada pagi dan sore hari. Jika anak mengalami demam selama lebih dari 7 hari, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit.

Oxymeter digunakan untuk mengukur saturasi oksigen dan nadi. COVID-19 menyerang sistem pernapasan, oleh karena itu saturasi oksigen perlu selalu dipantau. Segera bawa anak ke rumah sakit jika saturasi oksigen kurang dari 95%, nafas cepat, dan hidung kembang kempis.

2. Persiapan Obat

Ada beberapa obat yang harus disediakan dirumah dan diberikan kepada anak sesuai kebutuhan selama isolasi mandiri. Obat tersebut antara lain :

  1. Obat demam
  2. Zink (20mg/hari selama 14 hari)
  3. Vitamin C, Dosis yang dianjurkan adalah :
    • 1-3 tahun : max 400mg/hari
    • 4-8 tahun : 600 mg/hari
    • 9-13 tahun : max 1200 mg/hari
    • 14-18 tahun : max 1800 mg/hari

4. Vitamin D3, dosis yang dianjurkan adalah :

    • <3 tahun : 400 U/hari
    • Anak : 1000 U/hari
    • Remaja : 2000 U/hari
    • Remaja Obesitas : 5000 U/hari

 

Sumber         : Buku Diary Panduan Isolasi Mandiri Anak (IDAI, 2021)

Editor    : Arantika Meidya P, S.ST., M.Kes