MENGENAL LEBIH DEKAT PROFESI APOTEKER “SANG PENAKLUK OBAT”

MENGENAL LEBIH DEKAT PROFESI APOTEKER “SANG PENAKLUK OBAT”

“Tanya Obat? Tanya Apoteker”, siapa sebenarnya Apoteker itu ?

Apoteker adalah seorang manusia biasa dan memiliki profesi yang telah disumpah dengan melafalkan sumpah jabatan Apoteker. Profesi Apoteker didapatkan dari perjalanan yang panjang setelah kelulusan menjadi Sarjana (S1) Farmasi dan harus menempuh pendidikan kembali selama 1 tahun untuk menjadi seseorang Apoteker. Pada tanggal 18 Juni 2020 merupakan hari yang bersejarah bagi Profesi Apoteker, karena pada hari tersebut merupakan hari lahirnya Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Sejak 18 Juni 1955 hingga saat ini, telah 65 tahun Apoteker berjuang untuk mengabdikan dirinya dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dikenal sebagai tukang obat hingga saat ini dintuntut untuk patient oriented  “pelayanan berorientasi kepada pasien” bukan lagi drug oriented, menjadikan tugas dan tanggungjawab yang berarti bagi Profesi Apoteker. Dalam memperingati hari jadi IAI, dengan tagline “Apoteker SIAP untuk Indonesia Maju” merupakan suatu bentuk semangat dan ambisi yang baru bagi Profesi Apoteker dalam memperjuangkan pelayanan sediaan kefarmasian yang tepat dan terbaik bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Salah satu bentuk apresiasi dan dukungan kepada rekan sejawat Profesi Apoteker, segenap dosen Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Alma Ata mengucapkan “Dirgahayu Ikatan Apoteker Indonesia yang ke-65” bersama bergerak dan memajukan kualitas pelayanan kefarmasian untuk Indonesia maju (Gambar 1).

Naah, sekarang mulai mengenalilah siapa sebenarnya Apoteker itu ?

Mulai saat ini apabila Anda seorang Apoteker maka mulailah memperkenalkan kepada masyarakat dengan penyebutan “Apoteker” di depan nama Anda seperti “Saya Apoteker Nurul Kusumawardani atau dalam penulisan resminya dapat ditulis apt.Nurul Kusumawardani”. Oleh karena itu, masyarakat tidak akan lagi memanggil dengan sebutan POT/TEK/KER/POTEK/MBA ATAU MAS FARMASI. Selain itu, karena Apoteker adalah suatu profesi, maka Apoteker memiliki jas kebanggaan ketika menjalankan profesinya (Gambar 2), jas berwarna putih tulang dengan label yang melekat di bagian kiri atas jas tersebut (Keputusan IAI Tahun 2014).

 Apabila menilik kebelakang untuk napak tilas sejarah Profesi Apoteker, kalian akan tidak asing dengan istilah “Bowl of Hygieia” atau dikenal dengan Cawan/Mangkuk dan Ular (Gambar 3) yang mengambarkan “The Pharmacist Expert” dan merupakan lambang kefarmasian sejak tahun 1796. Berdasarkan kisah pada zaman Yunani Kuno dan zaman abad pertengahan, makna dari symbol tersebut adalah mangkuk milik dewi kesehatan “HYGIEIA” yang dipasangkan dengan seekor ular di badannya. Hal tersebut, bermakna bahwa “ULAR” adalah pasien karena pasien dapat memilih akan mengobati dirinya sendiri atau tidak artinya apakah pasien ingin mengambil obat yang ada di mangkuk atau tidak, sedangkan lilitan ular pada badan dewi menggambarkan kebijaksanaan dan kesembuhan dari pasien.

Menghilangkan paradigma masyarakat di Indonesia bahwa Apoteker adalah tukang obat menjadi PR saat ini. Menjadi seorang apoteker BUKANLAH hanya sebagai “Tukang peracik & penjual obat”, namun Profesi Apoteker merupakan salah satu bagian dari tim kesehatan yang terlibat dalam penyembuhan pasien. Profesi Apoteker telah mendapatkan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus terhadap obat-obatan dan “seharusnya” memiliki kemampuan yang lebih mumpuni terkait obat dibandingkan dengan profesi tenaga kesehatan yang lainnya. Dalam menjalankan profesinya, Apoteker melakukan praktek kefarmasian dari hulu ke hilir yaitu menjamin mutu sediaan farmasi (obat, bahan yang diperlukan dalam pembuatan dan peracikan obat, obat tradisional, dan kosmetika) dan alat kesehatan. Apoteker harus mampu menjadmin sediaan farmasi dan alat kesehatan yang beredar luas di mayarakat telah lolos persyaratan mutu, keamanan, dan kemanfaatannya. TIDAK HANYA MENJADI TUKANG PENJUAL/PERACIK OBAT, Profesi Apoteker akan menjalankan praktik kefarmasian mulai dari pengendalian mutu sediaan farmasi, perencanaan pengadaannya, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, hingga perndistribusian obat hingga sampai di tangan masyarakat dengan tepat sasaran sesuai kondisi kebutuhan pengobatan masyarakat. Eits, tidak hanya itu saja lho tugas Profesi Apoteker !! Jika Anda seorang Apoteker, maka Anda mendapatkan amanah dan kepercayaan untuk memberikan solusi dan rekomendasi terkait pemilihan atau memecahkan permasalahan terkait sediaan farmasi yang akan diberikan kepada masyarakat, sehingga taraf kehidupan dan kualitas hidup pasien terjamin.

Jangan bingung dan risau jika Anda akan menjadi ahli kefarmasian “seorang Profesi Apoteker”. Apoteker memiliki bidang pekerjaan yang luas dan inovatif. Seorang Profesi Apoteker dapat berperan dan bekerja dimana saja ? Industri kefarmasian (Obat tradisional/herbal ataupun obat-obat kimia). Pedagang Besar Farmasi / PBF yang bergelut dalaam bidang jasa distributor obat dan alat kesehatan, Instalasi sediaan farmasi dan alat kesehatan dari pemerintah setempat, dan pelayanan kefarmasian klinis yaitu di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Kesehatan, dan Apotek. Selain itu Profesi Apoteker dibekali minat dan kemampuan untuk menjadi seorang pengusaha/wirausaha/entrepreneur dalam bidang obat dan alat kesehatan, dan sebagai tenaga pengajar/pendidik di tingkat sekolah menengah kejuruan, diploma, sarjana, dan sekolah berkelanjutan lainnya. Oleh sebab itu, jika Anda sebagai seorang Farmasis, mulai bangkitlah dan bangga akan Profesi yang akan atau sedang digeluti saat ini sebagai seorang “Apoteker”, kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia menjadi salah satu tanggunggjawab yang harus dipikul bersama demi Indonesia yang Maju.

Penulis: apt.Nurul Kusumawardani, M.Farm.

Editor: apt. Emelda, M.Farm.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*