Pentingnya Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Untuk Bayi

Pentingnya Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Untuk Bayi

Grid.ID

S1 Gizi Alma Ata – Bayi yang berusia 0- 12 bulan biasanya akan mengalami perubahan organ (fisik) dan otak anak. Hal ini basanya disebut ‘golden age’ sekaligus periode kritis. Dengan menggunakan metode yang tepat bayi akan memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Asupan gizi yang maksimal, nantinya akan berpengaruh untuk perkembangan bayi. Jika asupan gizinya tercukupi maka akan semakin bagus untuk masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Makanan yang bagus untuk bayi adalah ASI. ASI pada bayi mempunyai banyak manfaat dan khasiat yang baik bagi bayi, Belakangan ini ibu menyusui sering mengabaikan keuntungan dan manfaat ASI .Apalagi pada saat bayi masih berumur 0-6 bulan. Membiasakan bayi menyusu menggunakan alat pengganti (pemompa ASI) atau menggunakan dot, merupakan salah satu langkah yang kurang efektif dalam pemberian ASI untuk bayi. Sebaiknya ibu menyusui agar ASI nya bertambah banyak, bisa juga dengan meminum vitamin pelancar ASI, sayuran hijau, kacangkacangan dan lain sebagainya. Sebab terdapat beberapa ke kurangan jika memakai susu formula. Salah satunya yaitu faktor ekonomi.(Tiara Dewi, Muhammad Amir Masruhim, 2016)

ASI memiliki manfaat yang banyak untuk bayi, apalagi ASI eksklusif yang diberikan langsung oleh ibu kepada bayi. WHO berpendapat bahwa eksklusif adalah bahwa bayi, hanya menerima asi dari ibu atau pengasuh yang diminta memberikan asi dari ibu dan tidak boleh ada makanan dan minuman lain kecuali sirup yang berupa vitamin suplemen mineral atau obat.ketika bayi yang sudah lebih dari 6 bulan  sampai dengan 2 tahun tidak termasuk kedalam golongan ASI ekslusif,dan sudah bisa diberikan air gula,air putih dan air teh sambil menunggu ASI yang belum keluar (Setyarini, Mexitalia and Margawati, 2016)

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, karena ASI mengandung antibodi yang bagus untuk membantu bayi dari serangan penyakit. ASI merupakan imunisasi pertama khususnya untuk bayi yang baru lahir. Karena banyak kandungan ASI yang dapat membentuk immunoglobulin. Immunoglobulin adalah protein yang diproduksi oleh sel dalam system kekebalan tubuh untuk melawan alergen, bakteri, serta virus penyebab penyakit. Hal tersebut sebagai sarana untuk mendekatkan sang ibu dengan buah hatinya. ASI kaya akan zat penting yang dibutuhkan oleh bayi. ASI lebih higenis dibandingkan dengan susu lain. Selain itu, dapat melindungi bayi dari berbagai alergi.(Umboh, Wilar and Mantik, 2013) ASI mengandung karbohidrat (terutama laktosa dan oligosakarida) yang lebih tinggi.

Hasil penelitian yang dilakukan Emi (2017), tentang hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motoric halus menunjukkan bahwa mayoritas responden yang mengonsumsi ASI memiliki perkembangan motoric halus yang normal dan terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan perkembangan motoric halus (22).Sedangkan susu formula, penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sasmiati (2017), tentang konsumsi susu formula dengan status gizi balita  menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian susu formula dengan status gizi anak (28). Secara teori setiap  anak memiliki pertumbuhan yang berbeda-beda dikarenakan faktor yang memengaruhi pertumbuhannya, seperti faktor pemenuhan kebutuhan gizi, factor ekonomi, faktor genetik, faktor pelayanan kesehatan, faktor pendidikan orang tua dan faktor kesehatan anak.

Kandungan colostrum berbeda dengan air susu yang mature, karena memiliki komposisi yang berbeda. Untuk persentasinya hanya terdapat sekitar 1% dalam air susu mature, lebih banyak mengandung imunoglobin A (I ga), laktoterin dan sel-sel darah putih, yang sangat penting  untuk pertahanan tubuh bayi dari serangan penyakit (Infeksi).(Septian, Fi and Regar, 2004)

Untuk memenuhi kebutuhan ASI pada bayi, ASI harus selalu tersedia. Maka dari  itu, untuk memperlancar produksi ASI, maka diperlukan beberapa cara agar ASI tetap lancar dan bisa memenuhi kebutuhan ASI pada bayi. Berikut adalah beberapa cara memperlancar ASI pada ibu menyusui: mengonsumsi sekitar 500 kalori lebih banyak, mengonsumsi makanan yang dapat merangsang hormon prolactin dan oksitosin yaitu hormon yang berperan dalam produksi ASI, memperhatikan frekuensi penyusuan pada bayi, dan melakukan perwatan payudara yang mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui.(Aditama and Sari, 1981)

ASI merupakan sumber  makanan utama bagi bayi sampai usia 6 bulan sehingga sangat memengaruhi tumbuh kembang bayi. Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, bayi akan mulai dikenalkan dengan yang namanya ‘mpasi’ sebagai makanan tambahan bagi bayi. Selain ASI dan mpasi, pada masa golden age juga dipengaruhi oleh perkembangan motorik dan peran orangtua agar mengajarkan edukasi.

Artikel ini disusun oleh : 

: Aulia Fathiyatur Rohmah (210400810)

: Disa Kamila Dewi (210400814)

: Dita Anggraini (210400815)

: Dita Inaya Setiyadi (210400816)

: Dita Milani Prasetyaningsih (210400817)