S1 Ilmu Gizi
Akreditasi "B" BAN PT : 447/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2014

MENGAPA PERAN AHLI GIZI ITU PENTING UNTUK SAAT INI DAN YANG AKAN DATANG?


Sebagai negara terbesar ke empat di dunia yang sedang berkembang, Indonesia sedang mengalami masa-masa transisi yang sangat mendasar dan sangat luas, meliputi transisi epidemiologis, transisi gizi, dan transisi demografis dengan segala konsekuensinya. Dengan adanya transisi-transisi tersebut, pola penyakit bergeser dari penyakit infeksi ke arah penyakit non infeksi, masalah gizi bergeser dari masalah kurang gizi kearah masalah kegemukan dan obesitas, struktur penduduk berubah dari dominan anak muda menjadi dominan dewasa dan tua. Pada saat yang bersamaan proses urbanisasi berjalan sangat dinamis dan arus globalisasi terus menembus ke seluruh aspek kehidupan masyarakat dan didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara lain di dunia semua itu telah menimbulkan perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat Indonesia. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang sangat cepat terutama dalam dua dekade terakhir ini telah berdampak pada tingginya Penyakit Tidak Menular (PTM) atau kadang disebut penyakit gizi lebih seperti obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, cholesterolemia, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu tidak heran jika penyakit gizi lebih tersebut telah menjadi pembunuh utama penduduk Indonesia baik di kota maupun di desa pada dekade terakhir ini.

Dengan cepatnya kenaikan prevalensi penyakit-penyait gizi lebih di satu sisi dan masih tingginya prevalensi penyakit infeksi dan masalah kurang gizi di sisi lain, Indonesia saat ini mengalami beban ganda masalah kesehatan (double burden of health problems) yang sangat komplek. Oleh karena itu saat ini dan di masa yang akan datang, peran ahli gizi yang berkompeten menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan yang sangat komplek dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang up to date dan tepat guna. Atas kesadaran dan tanggung jawab terhadap masalah bangsa ini, Universitas Alma Ata telah siap mendidik ahli gizi yang berkompeten dan siap ambil peran penting dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan yang sangat komplek dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.


FASILITAS PEMBELAJARAN DI UNIVERSITAS ALMA ATA SANGAT MEMADAI


Untuk mendukung pembelajaran ilmu gizi dengan menggunakan metode PBL, Universitas Alma Ata telah mengembangkan fasilitas-fasilitas yang sangat memadai meliputi ruang-ruang tutorial yang dilengkapi fasilitas teknologi informasi yang canggih, laboratorium kuliner, laboratorium analisis zat gizi, dan lain-lain. Dengan metode PBL dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang sangat memadai, maka pembelajaran di Alma Ata tidak lagi bersifat Teacher Centered Learning (TCL) sebagaimana pembelajaran dengan metode kuliah konvensional tetapi sudah berubah menjadi Student Centered Learning (SCL) dimana mahasiswa menjadi subjek sentral pembelajaran, mahasiswa dituntut menjadi lebih aktif dan belajar lebih mandiri dibawah bimbingan intensif para dosen dan instruktur pembelajaran.

Suasana kegiatan tutorial di program studi S1 Ilmu Gizi Alma Ata dengan metode Student Centered Learning yang mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan mandiri


TOPIK-TOPIK PEMBELAJARAN DI PSIG ALMA ATA DILENGKAPI DENGAN HASIL RISET MUTAKHIR


Pembelajaran di Program Studi Ilmu Gizi, Universitas Alma Ata diampu oleh para pakar dan ahli gizi yang mempunyai reputasi nasional termasuk Prof. Dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D, Ketua AIPGI yang juga Ketua Universitas Alma Ata. Isu-isu mutakhir pendidikan dan masalah gizi disampaikan secara berkala oleh para dosen tamu baik nasional maupun Internasional. Disamping itu, topik-topik pembelajaran S1 Ilmu Gizi Universitas Alma Ata dikembangkan berdasarkan hasil-hasil penelitian mutakhir yang digodog dan dilaksanakan oleh para peneliti dibawah naungan Alma Ata Center for Healthy Life and Food (ACHEAF) bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah termasuk dengan United Nation World Food Programmes, UNICEF, dan lain-lain.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Alma Ata selalu aktif dalam kegiatan riset dan pengembangan Ilmu Pengetahuan termasuk bekerjasama dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah antara lain United Nations World Food Program (UNWFP) di Nusa Tenggara Timur dan United Nations Children’s Fund (UNICEF)

Prof. dr. Hamam Hadi, MS, Sc.D ketika menyambut Mr. Huibert Johan Lof (Delegasi UNICEF) di Universitas Alma Ata Yogyakarta

Pendaftaran Sewaktu-waktu Ditutup Jika Pendaftar Sudah Memenuhi Kuota

1,732 total views, 3 views today