Bulan Syawal seringkali menjadi periode kritis dalam menjaga berat badan ideal setelah sebulan berpuasa. Penelitian dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition tahun 2023 menunjukkan bahwa 65% orang mengalami kenaikan berat badan signifikan selama bulan Syawal akibat pola makan tidak terkontrol.
Studi dalam Journal of Nutritional Science tahun 2022 mengungkap bahwa perubahan pola makan drastis pasca Ramadhan dapat meningkatkan berat badan hingga 2-3 kg dalam minggu pertama Syawal. Penelitian tersebut menemukan bahwa metabolisme tubuh yang telah beradaptasi dengan puasa menjadi lebih efisien dalam menyimpan energi ketika mendapat asupan berlebihan.
Kebiasaan “balas dendam” dengan mengonsumsi berbagai hidangan lebaran tinggi kalori menjadi penyebab utama masalah ini. Namun dengan strategi tepat, kita bisa menikmati momen Syawal tanpa khawatir berat badan melonjak.
Yuk kita simak bersama strategi menjaga berat badan yang tepat berdasarkan bukti ilmiah!!!
Berikut adalah tips yang telah terbukti efektif menjaga berat badan pasca ramadhan berdasarkan penelitian gizi terkini
- Pertahankan Jadwal Makan Teratur โ Melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas. Usahakan makan 3 kali sehari dengan porsi seimbang.
- Tingkatkan Asupan Serat & Protein โ Konsumsi serat (25โ30 g/hari) dan protein (1,2โ1,6 g/kg berat badan) terbukti meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan kalori berlebihan.
- Batasi Gula Tambahan & Lemak Jenuh โ Asupan gula >10% dari total energi harian berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh. Ganti dengan sumber lemak sehat seperti alpukat atau kacang-kacangan.
Penting bagi kita untuk mempelajari ilmu gizi, terutama dalam mengatur pola makan sehari-hari. Universitas Alma Ata memiliki Jurusan S1 Gizi yang telah terakreditasi Unggul dan merupakan salah satu jurusan gizi terbaik di Indonesia.
Mata kuliah yang diajarkan di S1 Gizi Universitas Alma Ata sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti Ilmu Gizi Dasar, Dietetik, dan Gizi Klinik, sehingga lulusannya siap berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Bagi yang ingin mendalami ilmu gizi, S1 Gizi Universitas Alma Ata bisa menjadi pilihan tepat!
Referensi:
- Rahman, M.A., et al. (2023). Post-Ramadan weight gain patterns in Asian population. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 32(1), 45-53. https://doi.org/10.6133/apjcn.202303_32(1).0006
- Al-Hourani, H.M., et al. (2022). Metabolic adaptation during Ramadan and its impact on post-fasting period. Journal of Nutritional Science, 11(e45), 1-9. https://doi.org/10.1017/jns.2022.45
- Ma, X., Chen, Q., Pu, Y., Guo, M., Jiang, Z., Huang, W., Long, Y., & Xu, Y. (2020). Skipping breakfast is associated with overweight and obesity: A systematic review and meta-analysis. Obesity Research & Clinical Practice, 14(1), 1-8. https://doi.org/10.1016/j.orcp.2019.12.002
- Leidy, H. J., Clifton, P. M., Astrup, A., Wycherley, T. P., Westerterp-Plantenga, M. S., Luscombe-Marsh, N. D., Woods, S. C., & Mattes, R. D. (2015). The role of protein in weight loss and maintenance. The American Journal of Clinical Nutrition, 101(6), 1320S-1329S. https://doi.org/10.3945/ajcn.114.084038
- World Health Organization. (2020). Guideline: Sugars intake for adults and children. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028
Tertarik dengan artikel seperti ini? Yuk ikuti instagram kami https://www.instagram.com/gizi.almaata/
Author: RN