AROMATERAPI PADA KESEHATAN IBU & ANAK

AROMATERAPI PADA KESEHATAN IBU & ANAK

Kesehatan ibu dan anak, terutama bayi baru lahir hingga usia remaja perlu diperhatikan. Era revolusi industri 4.0, pemenuhan nutrisi pada anak harus dijaga, agar anak tidak mengalami stunting. Informasi dari Departemen Kesehatan RI, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kesejahteraan nutrisi ibu hamil dan janin dalam kandungan sangat penting untuk diperhatikan pada kondisi kehamilan. Pembentukan organ pada janin terjadi pada awal kehamilan, ibu sering mengalami mual muntah. Kondisi mual dan muntah menyebabkan asupan nutrisi berkurang pada ibu hamil, makanan yang dikonsumsi tidak dapat diserap maksimal. Jika nutrisi pada kehamilan trimester pertama, tidak terpenuhi dengan baik, maka dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penggunaan bahan alam untuk pencegahan mual dan muntah ibu hamil diharapkan dapat mengurangi kondisi mual muntah dan perbaikan nutrisi ibu dan bayi sejak awal kehamilan benar-benar terpenuhi.

Pakar herbal dan aromaterapi, Dr Kintoko, M.Sc., Apt dalam seminar “Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak dengan Pemanfaatan Produk dari Bahan Alam” pada 13 Juli 2019 di Universitas Alma Ata, menjelaskan bahwa penggunaan aromaterapi pada ibu dan anak harus memperhatikan komposisi pencampuran formula aromaterapi. Banyak jenis-jenis tumbuhan herbal yang diresepkan oleh Rasulullah sebagai obat. Prestasi puncak dalam peradaban Islam terjadi pada masa Kerajaan Islam Cordoba. Ibnu Sina yang menguasai bidang kimia, kedokteran, dan matematika; penemuan teknik destilasi pemanasan uap air untuk menghasilkan minyak atsiri (essential oil) Rose dan mengabadikannya dalam sebuah literatur ilmiah.

Menghirup minyak atsiri campuran akan meningkatkan tingkat energi di antara wanita hamil yang memiliki mual dan muntah. menghirup minyak atsiri campuran juga akan meminimalkan keadaan kelelahan di antara wanita hamil yang mengalami mual dan muntah (Hunt et al., 2013). Menurut publikasi Joulaeerad (2017) tentang minyak aromaterapi peppermint, terapis herbal menggunakannya sebagai antispasmodik, karminatif, antiemetik, penambah laktasi, sedatif, dan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan dan saluran kemih, mual di pagi hari, dismenore, diare, dan diabetes.

Pembuatan produk inhalasi aromaterapi bagi ibu dan anak, dapat menjadi alternatif rancangan produk di era revolusi industri 4.0 saat ini. Menghirup aromaterapi dan merasakan relaksasi aroma nya dapat memperbaiki kondisi mood ibu dan anak, diharapkan mampu memperbaiki kondisi nutrisi dan kesehatan mereka.

Kontributor: Annisa Fatmawati

md5 decrypt - md5