Maag dan Asam Lambung Berbeda? Berikut Penjelasannya

Maag dan Asam Lambung Berbeda? Berikut Penjelasannya

Oleh : Agfa Oktaviana | 193200037

S1 Prodi Keperawatan Alma Ata – Meskipun maag dan asam lambung memiliki gejala yang sama, namun keduanya memiliki gejala yang berbeda. Penyakit maag adalah kondisi ketika volume lapisan lendir tebal yang bertugas melindungi lambung mengalami penurunan, sehingga asam yang ada dalam pencernaan menggerogoti jaringan yang melapisi perut. Penyakit asam lambung sendiri merupakan kondisi ketika asam yang diproduksi naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa yang tidak nyaman seperti dada yang sakit sampai mulas. Dua kondisi bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius jika tidak segera ditangani. Sebenarnya, penyebab utama dari sakit maag bukanlah asam lambung. Sakit maag terjadi karena lapisan perut mengalami luka dan bisa menjadi lebih buruk dengan asam lambung. Berbeda dengan penyakit asam lambung yang disebabkan oleh asam itu sendiri, dimana asam lambung keluar dari perut dan masuk ke kerongkongan.

Meskipun gejalanya hampir sama, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada gejala sakit maag, seperti :

  • sensasi terbakar pada usus, di area antara pusar dan tulang dada
  • sering sendawa
  • nafsu makan menurun karena rasa tidak nyaman pada perut
  • mual pada saat atau setelah makan
  • perut terasa kembung
  • rasa sakit yang berkurang setelah makan, minum, atau mengkonsumsi obat maag

Sedangkan gejala yang signifikan pada penyakit asam lambung seperti :

  • rasa asam di belakang mulut
  • batuk kering
  • sakit tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • gejala seperti asma
  • gejala semakin memburuk pada saat berbaring atau membungkuk
  • menyebabkan rasa pusing dan penglihatan menjadi kabur

Beberapa penyebab umum dari adanya penyakit maag yaitu : makanan yang tinggi lemak, seperti makanan berkuah santan, gorengan, makanan pedas, minuman yang mengandung kafein, serta soda. Gaya hidup yang membuat asam lambung naik seperti : sering menunda atau terlambat makan, merokok, minum alkohol berlebihan, terlalu banyak makan dan tidur cepat (tanpa memberi jeda waktu setidaknya tiga jam), obesitas atau kelebihan berat badan, kurang tidur, dan terlalu banyak stres. Dari beberapa penyebab di atas, sudah seharusnya kita mulai mengatur pola kebiasaan mulai dari pola makan, tidur, dan gaya hidup agar tidak menambah atau memperburuk kondisi tubuh kita. Serta dalam mengelola pikiran agar tidak mudah stres yang bisa memicu penyakit asam lambung dan mengundang penyakit lainnya. 

Sumber : https://www.halodoc.com