Tujuan Pendidikan

Kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Alma Ata Yogyakarta didesain dan dikembangkan berdasarkan pada beberapa ketentuan, yaitu :


  • Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar
  • Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi
  • Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 374/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Gizi
  • Kurikulum Pendidikan Sarjana gizi yang dikembangkan oleh Forum Komunikasi Pengembangan Ilmu Gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan, dan Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Tahun 2003.
  • Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk Program Studi Gizi.

Kompetensi hasil didik Program Studi S1 Ilmu Gizi STIKES Alma Ata Yogyakarta terdiri atas : (1) Kompetensi Utama; (2) Kompetensi Pendukung; dan (3) Kompetensi lain yang bersifat khusus dan merupakan penciri institusi. Kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIKES Alma Ata Yogyakarta adalah:


Kompetensi Utama


Memanfaatkan teknik komunikasi, pengetahuan manajemen, ilmu sosial dan humaniora, sistem informasi, seni kuliner untuk mengembangkan dan memodifikasi pelayanan gizi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui analisis masalah gizi secara sistematis sesuai bukti pada kondisi umum serta mampu beradaptasi pada kondisi sumberdaya terbatas.

  1. Mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan pelayanan gizi dengan menggunakan metode antropometri dan konsumsi makanan yang sudah baku serta mampu mengintrepretasikan hasil pemeriksaan biokimia dan klinis.
  2. Memformulasikan pemecahan masalah gizi perorangan, kelompok dan masyarakat melalui penilaian status gizi.
  3. Memberikan alternatif pemecahan masalah gizi dalam lingkup kerja.
  4. Mendesiminasikan kajian penelaahan masalah gizi yang akurat dalam bentuk laporan atau kertas kerja
  5. Bertanggungjawab atas hasil kerja mandiri atau kelompok dan memiliki sikap kritis, empati pada klien dan tim kerja pada tingkat internal serta eksternal organisasi.
  6. Mengevaluasi diri, mengelola pembelajaran diri sendiri secara efektif mengkomunikasikan informasi dan ide dalam berbagai bentuk media kepada masyarakat khusus dan umum.

kompetensi-lulusan


Kompetensi Pendukung


  1. Mampu mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam memberikan asuhan gizi kepada klien
  2. Mampu memberikan asuhan gizi tingkat lanjut (advance) pada masalah-masalah gizi lansia(gerontologi) dan non comunicable disease

Kompetensi Lain


  1. Menunjukkan perilaku interpersonal dan intrapersonal yang berbasis pada nilai-nilai ajaran Islam Rahmatanlil’alamin
  2. Memiliki kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dan IT yang memadai untuk mendukung belajar sepanjang hayat (life long learning)
  3. Mampu membaca Al Qur’an dengan baik dan mampu melaksanakan praktik sholat dengan benar

311 total views, 1 views today