MANAJEMEN PELAYANAN MEDIS YANG BERORIENTASI PELANGGAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIS YANG BERORIENTASI PELANGGAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Patient centered care atau pelayanan yang berpusat pada pasien, juga perlu diterapkan dengan baik dalam sistem pelayanan kesehatan. Terutama pada tingkat rumah sakit, puskesmas, dan tempat pelayanan kesehatan lainnya, kesejahteraan pasien harus menjadi prioritas utama. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemenuhan hak dan kewajiban terhadap pasien. Sebagai contoh kalau dari segi makro, bisa dilakukan edukasi masyarakat melalui promosi dan prevensi sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut dan disesuaikan dengan tingkat kepahaman dan adat di tempat masing – masing. Selain itu, pelayanan juga bisa diberikan dari segi individu seperti menerima kritik dan saran yang diajukan oleh pasien maupun pendampingan pasien saat sakit.

Harapannya, semua upaya tersebut dilakukan agar setiap pasien mendapatkan pelayanan yang adil, merata, dan tidak diskriminatif. Terpenuhi kebutuhannya tidak hanya pada aspek medis (biologis) tapi juga keseluruhan biopsikososiokultural-spiritual.

Strategi Pengendalian/Pengembangan Evaluasi Mutu Pelayanan Medis/Rumah Sakit meliputi :
  1. Pembelajaran dan Pengembangan SDM
  2. Proses Pengembangan, Aplikasi dan Pemantauan Sistem Mutu
  3. Penetapan, aplikasi, dan monitoring SPM (Standar Pelayanan Minimal)
  4. Penyusunan, aplikasi dan monitoring SPO
  5. Penetapan, aplikasi, dan monitoring SPM (Standar Pelayanan Medis)
  6. Penetapan, aplikasi, dan monitoring Indikator Klinis
  7. Penerapan TQM, GKM, QA dsb.
Strategi pengendalian / Pengembangan Evaluasi
  1. Orientasi Pelanggan Kuesioner kepuasan pelanggan (Mr. Smile)
  2. Visiting Patient dan Hello Patient Customer Service Center
  3. Efisiensi Biaya
  4. Akuntabilitas
  5. Pemetaan dan Pemotretan kinerja
  6. Evaluasi Kinerja
  7. Penerapan sistem CBHRM.
Pelayanan prima (service excelent) memiliki 2 dimensi :
  1. Pelayanan sesuai standar
  2. Memuaskan pelanggan.
Pelayanan prima memiliki 5 komponen dasar :
  1. Moralitas/Morality
  2. Cara memberikan pelayanan/Delivery
  3. Mutu layanan (Quality)
  4. Keamanan dan kenyamanan pasien (Safety)
  5. Pembiayaan (Cost).
Kriteria Profesional:
  1. Kedisiplinan Menggesek Kartu Absen
  2. Ketepatan Dtg Praktek, Pulang Praktek
  3. Kelengkapan Rekam Medis
  4. Mengisi Resum Medis Dlm 2 Kali 24 Jam Setelah Pasien Pulang
  5. Menghadiri Ronde Kamisan ( 08.00 – 10.00 )
  6. Menghadiri Pertemuan Kamisan ( 13.00 – 15.00, medis dan non medis )
  7. Menghadiri Seninan ( 13.00 – 15.00, pembicaraan kasus morbidity-mortality, journal reading, kasus emergensi, potensial bermasalah )
  8. Menghadiri Morning Report, Tiap Hari ( 08.00 – 09.00, seluruh kejadian sejak jam 14.00 – 08.00 keesokan harinya )
  9. Menulis Resep Sesuai Standar
  10. Menulis Resep Sesuai Formularium
  11. Menulis Obat Generik Bagi Yg Membutuhkan, Gratis, Gakin, Sktm ( Sesuai Kasus )
  12. Ketepatan Waktu Operasi/Tindakan Kamar Bersalin
  13. Konsultasi Emergensi
  14. Visite Sesuai Jam Yang Sesuai
  15. Visite Tidak Diganti Oleh Dokter Lain
Oleh: Sumarni, SKM., MARS arniandigali@uaa.ac.id
md5 decrypt - md5