Konsumsi Cepat Saji dan Kegemukan Pada Remaja

Konsumsi Cepat Saji dan Kegemukan Pada Remaja

KlikDokter.com

S1 Gizi Alma Ata – Melonjaknya konsumsi cepat saji saat ini meningkat. Junk food menjadi sangat populer karena sistem penyajiannya yang cenderung cepat, memiliki cita rasa yang enak, serta mudah untuk didapatkan. Jumlah remaja yang mengonsumsi junk food di Indonesia semakin meningkat. Makanan cepat saji biasa disebut dengan makanan tidak sehat, secara literal berarti makanan yang memiliki sedikit kandungan gizi. Gizi minim yang dimaksud yaitu kurang dari 5% perporsi untuk memenuhi delapan nutrisi utama, diantaranya zat besi, kalori, lemak total, lemak jenuh, kalsium, protein, vitamin A, dan vitamin C. Junk food mengandung banyak kadar gula, garam, lemak jenuh, MSG (Monosodium Glutamate), zat pewarna seperti tartrazine, dan zat-zat kimia aditif lainnya yang tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Akibat mengonsumsi junk food yaitu terkena resiko Obesitas . (1)

Kegemukan merupakan wabah global dan resiko kesehatan pada manusia. Kegemukan pada remaja di Indonesia peningkatannya dalam beberapa tahun terakhir menjadi cukup mengkhawatirkan. Kasus obesitas pada remaja bukan saja bersangkutan dengan peningkatan resiko obesitas saat dewasa, melainkan juga berhubungan dengan peningkatan upaya penyakit yang tidak merebak diantaranya penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan sebagainya. Cara mengantisipasi obesitas secara sistematis, efektif, dan berperan serta didalam masyarakat sangat dibutuhkan.

A. Pengertian Obesitas 

Obesitas adalah kondisi medis yang terjadi karena adanya kelainan genetik dan kondisi endokrin yang dipengaruhi faktor lingkungan seperti stres, diet, pola kerja yang menetap dan lingkungan obesiogenik. Obesitas dapat terjadi karena adanya akumulasi lemak tuhuh yang berlebihan serta tidak seimbangnya energi yang masuk dan energi yang keluar sehingga menyebabkan efek negatif bagi kesehatan. Seseorang dikatakan obesitas dinilai dari indeks massa tubuh (IMT), yang diperoleh dari pengukuran berat badan dibagi dengan kuadrat tinggi badan. Seseorang yang BMI-nya melebihi 30 kg / m2, pada tahun 2016 lebih dari 1,9 miliyar orang dewasa berusia 18 tahun yang menderita kelebihan berat badan dan lebih dari 650 juta orang dewasa mengalami kegemukan. (2)

B. Meledaknya Kasus Obesitas pada Remaja di Indonesia

Remaja diperkotaan belakangan ini menghadapi perubahan gaya hidup, yaitu kerap mengkonsumsi junk food yang dapat  menyebabkan obesitas. Kejadian di SMPK Karitas III Surabaya menunjukkan remaja sering mengkonsumsi junk food. Situasi ini terjadi karena tersedianya makanan yang termasuk kedalam makanan cepat saji, baik dikantin maupun dilingkungan sekitar sekolah, dan sedikitnya remaja dalam kegiatan olahraga atau extrakulikuler. Sehingga, peneliti menyarankan kepada kepala sekolah untuk menambah program extrakulikuler atau kegiatan yang bersangkutan dengan olahraga dan menyarankan petugas UKS untuk lebih mengontrol makanan dikantin atau diluar sekolah. (3)

C. Dampak Konsumsi Cepat Saji

Beberapa faktor penyebab konsumsi junk food pada remaja adalah jumlah restoran fast food yang semakin marak, kemajuan teknologi dengan adanya layanan pesan antar (delivery service),  dan juga iklan junk food yang ditayangkankan media elektronik(1) Beberapa faktor lainya yang  mempengaruhi konsumsi makanan cepat saji diantaranya adalah rasa, harga, tempat yang nyaman, maupun pengaruh teman sebaya (4) Akibat yang ditimbulkan dari mengkonsumsi junk food seperti obesitas (kegemukan), berat badan meningkat, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, penyakit jantung, dan hipertensi (1)

D. Cara Mencegah Kegemukan

Untuk mencegah terjadinya obesitas pada remaja maka hal yang perlu dilakukan yaitu Mengurangi Konsumsi makanan cepat saji, Memasak Makanan Sehat, Mengonsumsi Sayuran dan Buah, Mengonsumsi Cukup Air Putih, Beraktivitas Fisik dan Membatasi Konsumsi Junk food.(1) Dapat disimpulkan semakin berataktivitas fisik maka semakin rendah tingkat obesitas (5)

Kesimpulan : Secara istilah makanan cepat saji disebut juga dengan makan tidak sehat, secara literal berarti makanan yang memiliki sedikit kandungan gizi. Akibat mengonsumsi junk food yaitu terkena resiko Obesitas, dimana kondisi medis ini terjadi karena adanya kelainan genetik dan kondisi endokrin yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti stres, diet, pola kerja yang menetap dan lingkungan obesiogenik. Untuk mencegah terjadinya obesitas tersebut maka hal yang perlu dilakukan yaitu Mengurangi Konsumsi Junk food, Memasak Makanan Sehat, Mengonsumsi Sayuran dan Buah, Mengonsumsi Cukup Air Putih, Beraktivitas Fisik serta Membatasi Konsumsi Junk food.

Saran : Saran kami untuk para remaja sebaiknya segera berupaya menghentikan kebiasaan mengonsumsi junk food terlalu sering. Karena jenis makanan tersebut dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit berbahaya, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker.

Daftar Pustaka :

  1. Romadona NF, Nur S, Gustiana AD. Persepsi Orang Tua Mengenai Junk Food dan Dampaknya terhadap Kesehatan , Fungsi Kognitif , dan. 2021;6(3):1357–68.
  2. Heijnen JH, Jussi Hanhimaki, Steiner A, Abiko T, Obara M, Ushioda A, et al. No Titleبر تصویرسازي و اي مشاھده بدني، تمرین مختلف ھاي ترکیب اثر مقایسھ

ورزشی–حرکتی ویادگیری بدمینتون،رشد بلند سرویس مھارت تاخیري و فوري یادداري. SSRN Electron J [Internet]. 2013;1(2):ص ;8 شماره 99-117. Available from: http://www.eldis.org/vfile/upload/1/document/0708/DOC23587.pdf%0Ahtt p://socserv2.socsci.mcmaster.ca/~econ/ugcm/3ll3/michels/polipart.pdf%0A https://www.theatlantic.com/magazine/archive/1994/02/the-cominganarchy/304670/%0Ahttps://scholar.google.it/scholar?

  1. Ambariyati YL, Kristianingsih Y. Konsumsi Junk Food dan Obesitas Pada Remaja. STIKES Katolik St Vincentius a Paulo Surabaya [Internet]. 2017;(1):27–33. Available from: https://stikvinc.ac.id/jurnal/index.php/jpk/article/view/118/96
  1. Pamelia I. PERILAKU KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI PADA REMAJA DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN Fast Food Consumption Behavior in Adolescent and ITS Impact for Health. J IKESMA [Internet]. 2018;14:144–53. Available from: http://jurnal.fk.unand.ac.id Nurfaidah. Hubungan Konsumsi Fast Food Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Sma Negeri 5 Makassar. Vol. 53. 2012. 1689–1699 p.

 

Artikel ini disusun oleh :

ADI BINTANG RIZKO F.  (210400874)

ADINDA SAFIRA MA’RUF (210400875)

AFFRILIA AYU LESTARI (210400876)

AMELIANA DEWI (210400877)

ANGGUN LISTIANI (210400878)