Generasi Milennial

Generasi Milennial

Generasi milennial menjadi yang paling sering diperbincangkan saat ini. Kelompok millennial atau biasa disebut Generasi Y ini merupakan penduduk setelah Generasi X. Generasi Y dikelompokkan ke dalam populasi manusia yang lahir dari 1970-an sampai 2000-an.

Psikolog ternama, Rosdiana Setyaningrum, mengatakan, berdasarkan riset dari dalam maupun luar negeri, ada perbedaan  pola pikir dan pola pengasuhan orang tua dari generasi millennial dengan generasi sebelumnya. Karakter orang tua dari  generasi millennial umumnya menjunjung tinggi nilai-nilai yang lebih demokratis dan independen. Sementara, anak generasi millennial juga biasanya lebih berpikiran terbuka.

“Orang tua millennial ingin anaknya lebih berpikiran maju, terbuka di bidang apa pun. Generasi ini cenderung lebih percaya diri dan optimistis. Tapi juga terlalu banyak menggunakan sosial media untuk pencitraan semata,” kata Rosdiana di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Generasi millennial, lanjutnya, memang tidak bisa dilepaskan dari terpaan teknologi. Baik orang tua maupun anak dari  generasi ini cenderung lebih senang bermain internet dan malas membuka buku. Padahal, anak dalam pertumbuhan  seharusnya dibiarkan lebih banyak bergerak dan juga memiliki minat baca tinggi.

Dokter spesialis gizi klinik Dr Samuel Oetoro MS SpGK juga menyayangkan orang tua yang tidak memberikan contoh baik  soal pola hidup sehari-hari. Secara naluriah, tubuh seorang anak sebenarnya aktif bergerak. Namun, sering kali para orang tualah yang mematikan naluriah tersebut.

Ia menanggapi kebiasaan orang tua dan anak yang bergantung terhadap teknologi. “Seperti, orang tua malas mengasuh,  capai mengikuti anak ke sana ke mari. Jadi, diberilah gadget, game agar anak diam,” kata Samuel.

Menurutnya, meskipun anak generasi saat ini banyak menggali informasi secara mandiri lewat internet, orang tua tetaplah menjadi panutan setiap anak, terutama dalam menjalani gaya hidup sehari-hari.

Sangatlah penting bagi orang tua untuk menjalani gaya hidup sehat dan bugar secara konsisten. Dengan saling bersinergi antara orang tua dan anak, akan tercipta pola hidup sehat pada era millennial ini. Menurutnya, hidup sehat tidak hanya identik dengan konsumsi makanan dan gizi yang seimbang, tetapi juga aktivitas di luar ruangan.

“Anak yang kurang bergerak dan tidak menjaga asupan makanannya berpotensi mengidap berbagai penyakit, seperti  diabetes dan obesitas. Orang tua harus memberi contoh pola hidup sehat agar anak juga tergerak mencontoh,” katanya lagi.

Aktivitas di luar ruangan juga tak kalah pentingnya untuk memastikan anak-anak bergerak aktif dan mendapatkan paparan  vitamin D yang seimbang. Hal itu berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak.

Dia juga menjelaskan bahwa asupan gizi seimbang terdiri atas susunan makanan sehari-hari yang mengandung jenis zat  dan jumlah sesuai kebutuhan tubuh. Untuk itu, kata dia, dengan memerhatikan variasi makanan, berat badan ideal, dan  aktivitas fisi

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*